For a Reason

Salah satu teman saya di facebook pernah memasang status:

Kita lahir, tumbuh dewasa kemudian mati. Apakah hanya itu saja hidup manusia sebenarnya?

Kalo menurut saya, kita semua lahir ada tujuannya masing – masing. Terkadang orang dilahirkan itu ada yang benar – benar besar dampaknya kepada umat manusia. Sapa ya contohnya? Kayaknya ga perlu saya tulis disini seh hehehe … (aslinya bingung seh mau nulis namanya siapa disini). Tapi kadang pula tujuan orang terlahir cukup sederhana saja. Membuat keluarganya bahagia misalnya. Ato dalam kasus yang cukup ekstrim, menyambung hidup keluarganya. Signifikan atau tidak signifikannya tujuan itu sebenarnya tidaklah menjadi masalah, asalkan kita bisa menjalankannya dengan sebaik – baiknya.

Tapi terkadang kita terlalu silau dengan orang – orang yang lahir dan mampu memberi dampak yang signifikan kepada umat manusia. Kita berlari kesana kemari dan berpikir:

  • ah buat apa seh saya dilahirkan
  • apa seh tujuannya saya hadir dimuka bumi ini
  • saya rasanya cuman menjadi beban keluarga saya saja, rasanya lelbihbaik kalau saya mati saja
  • dll

Jangan sampai kita berpikiran seperti itu. Ingatlah selalu kalo kita dilahirkan for a reason. Jangan sampai kita silau dengan orang – orang besar tersebut. Lihatlah contoh – contoh sederhana bagaimana kehadiran kita mampu memberi pengaruh bagi orang – orang di sekitar kita. How our life affect the life of people around us. Bagaimana kehadiran kita mampu memberikan perubahan – perubahan ke kehidupan orang – orang di sekitar kita. How our life change the life of people around us.

Perubahan dan pengaruh yang bisa kita berikan tidak hanya pengaruh positif, tapi juga pengaruh negatif kepada orang – orang di sekitar kita. Lihat saja bagaimana bahagianya pasangan suami istri dan keluarga besar mereka setelah mengetahui bahwa sang istri sedang hamil. Bahkan pada saat kita masih di dalam kandungan saja kita sudah membawa perubahan dan pengaruh bagi orang di sekitar kita. Lihat juga betapa sedihnya mereka pada saat kita gagal menjadi seorang PNS karena kita tidak mampu membayar tombokan 150juta.

So, semua tindakan kita itu membawa dampak juga bagi kehidupan orang lain. Jangan pernah merasa egois dan berkata ini hidupku, kamu jangan ikut campur. This is my life, you stay away from me. Heck, ini memang hidupmu, tapi hidupmu itu juga membawa dampak kepada hidupku.

Please treasure your life. Selama jantungmu masih berdetak, selama itu pula kamu harus mencintai hidupmu. Jangan pernah merasa hidupmu tak ada gunanya.

We are born to this world for a reason.

22 thoughts on “For a Reason

  1. @pengembangan diri, iya benar sekali. kita wandering around mencari arti hidup ini. padahal sebenarna arti hidup kita itu sangant sederhana sekali …

    gajah di seberang lautan bisa keliatan tapi …

  2. wah, dalam sekali ini tulisannya..lagi merenung ya win?

    winnnn, pasang link ke blog kita dong di halaman blogmu.. ^o^

    pa kabar di sana win, meri krismes hepi nu year yah ^o^

    -cely-

  3. Pingback: Older means older « -My Thoughts-

  4. Pingback: Uneasiness « -My Thoughts-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s