Bom Lagi

Kita kembali lengah dan terlena dalam suasana aman dan tentram. Bom kembali merenggut nyawa di negeri tercinta. Entah sudah berapa nyawa yang melayang sia – sia karena pengeboman oleh sekelompok orang yang merasa dirinya pemberani. Bom kali inipun sepertinya sama dengan bom yang terjadi di bali beberapa tahun silam, bom bunuh diri.

Kenapa nyawa sepertinya sama sekali tidak ada harganya sehingga orang rela melakukan bunuh diri? Begitu nikmatkah mati itu? Saya sendiri, sampai detik ini, tidak sedikitpun saya memiliki keinginan untuk mati. Saya berharap saya diberi umur panjang supaya saya bisa menikmati waktu lebih banyak bersama orang tua saya, bersama keluarga saya, bersama teman – teman yang menyayangi saya. Saya merasa saya memiliki banyak hutang budi kepada mereka, kepada keluarga saya dan kepada teman – teman saya sehingga sedikitpun tidak ada niat saya untuk mengakhiri nyawa saya. Saya masih ingin membalas budi baik mereka semua, walaupun tidak semua budi mereka akan bisa saya balas.

Saat anda benar – benar lelah, penat dan bosan dengan kehidupan di dunia ini, ingatlah orang – orang disekitar anda yang masih sayang pada anda. Jadikanlah mereka sebagai motivasi untuk menambah semangat anda. Motivasi untuk terus maju dan meraih cita – cita. Pikirkan apakah anda rela melihat mereka menangisi kepergian anda yang sia – sia? Saya yakin setidaknya ibu dan bapak saya pasti akan menangisi kepergian saya kalo saya melakukan hal yang serupa. Saya yakin tidak ada orang tua yang rela anaknya pergi meninggalkan mereka dengan cara bunuh diri. Dan kita juga harus ingat kalo kita punya hutang nyawa kepada mereka. Kalo tidak ada orang tua, kita tidak akan mungkin ada. Pikirkan juga bagaimana hari tua mereka kalo anak – anak mereka meninggalkan mereka dengan cara bunuh diri. Siapa yang akan menjaga mereka nantinya? For God sake, please ingat itu semua !!!

Lalu kenapa orang dengan begitu mudahnya mencabut nyawa mereka? Ada yang berdalih karena itu mati demi Tuhan. Apakah benar Tuhan itu ingin kita mati? Kalo memang Tuhan ingin kita mati, kenapa kita dilahirkan? Kenapa Tuhan susah – susah menciptakan manusia? Kenapa ga usah lahir aja sekalian ke dunia? Rasanya saya sudah pernah menulis tentang ini karena saya benar – benar merasa dejavu sekali saat saya mengetik blog ini. Tuhan tidak pernah menginginkan manusia mati demi Tuhan. Buat apa kita membela Tuhan? Tuhan itu sudah maha kuasa. Beliau adalah penguasa semuanya yang ada di dunia ini. Kalo Tuhan memang ingin menghancurkan dunia, maka saat itu pula dunia akan hancur. Lalu mengapa manusia dengan angkuhnya ingin membela Tuhan? Apakah kita manusia sudah mulai merasa lebih berkuasa dari Tuhan?

Mungkinkah ini manifestasi dari rasa angkuh manusia yang merasa dirinya paling benar, paling pintar, paling mengerti tentang Tuhan? Atau ini hanyalah sebuah dalih saja, Tuhan hanya dijadikan sebuah topeng untuk membenarkan tindakan – tindakan yang dilakukan oleh segelintir orang tidak bertanggung jawab tersebut?

Love your God, your family and your friends.

Dear God, family and friends, all I wanna do is grow old with you.

2 thoughts on “Bom Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s