In the Name of Popularity v3

Update:

Setelah baca tulisan bli Anton yang ini, saya jadi semakin ketawa. Ah, si kursi benar – benar bisa membuat orang udah keblinger. Orang rela melakukan apa saja demi si kursi. Hebat banget ya si kursi ini bisa ngontrol pikiran orang lain ck ck ck ck ck …

————End Update————

Taiiiiii keboooo … itulah yang pertama melintas di otak saya ketika membaca komentar dari Mangku Pastika. Seperti yang bisa kita ketahui, hari ini Mangku Pastika membuat komen lagi di Balipost (tentu saja dia harus bayar untuk komennya yang masuk koran ini). Dan komentarnya hari ini adalah:

Tampaknya para komentator itu tidak membaca berita mengenai pertemuan bebotoh itu seutuhnya sehingga yang muncul kemudian adalah komentar yang bias dan emosional. Sampai ada yang bertanya apakah Mangku Pastika sudah tidak konsisten

Aiiitttt, saya sebagai salah satu yang membahas juga tentang in, selain Pak Winata, Bli Anton, dan bli Dek Didi, merasa agak – agak “pengen ketawa” ni. Dimananya ya yang salah? Wong jelas – jelas dia waktu jadi kapolda dia ngejar – ngejar sampe ada keributan besar di daerah Yangbatu, Renon. Ada yang sampe meninggal kok waktu dia mau membubarkan tajen disana. Saking ramenya, warga sampe membunyikan kulkul bulus waktu itu.

Lalu yang jadi pertanyaan saya, kenapa waktu itu dikejar – kejar sampe segitunya tapi sekarang malah berubah halauan dan mengatakan itu wajib dilestarikan? Kenapa tidak ada usaha untuk melestarikan dari dulu saja? Kalo memang ada tekanan dari atas, kenapa waktu itu tidak dijelaskan saja kalau tajen itu budaya di Bali dan wajib dilestarikan disertai dengan penjelasan akan diusahakan untuk menghilangkan sisi yang melawan hukum? Sebagai seorang Kapolda itu tidak harus menjadi robot kan yang kalo disuruh makan tai kebo mau makan tai kebo?

Walaupun demikian saya setuju dengan Mangku Pastika yang mengatakan tajen janganlah diselenggarakan di Pura karena akan menodai kesucian pura itu. Tajen jangan pula menyengsarakan masyarakat Bali. Salut saya kepada dia untuk pernyataan ini. Saya sebagai orang Bali tidak anti kepada tajen karena tajen itu salah satu budaya kita. Tajen pula yang membuat suasana jadi rame pada saat ada upacara – upacara. Tajen pula yang membuat roda ekonomi di sekitar tajen itu berputar. Ada dagang sate penyu (semoga penyu yang dijual adalah penyu hasil penangkaran, kalo ga jangan beli ya!!!), ada dagang lawar, ada dagang tipat cantok (sejenis ketoprak, kalo ga salah ya!). Selain itu tajen memang harus dilestarikan karena kita butuh tajen, dalam hal ini tabuh rah, untuk melengkapi upacara Yadnya kita.

Tapi kalo membuat omongan itu mbok ya yang serius dikit. Saya tau maksudnya mungkin cuman bercanda, tapi untuk kelas dia tolong becandanya jangan yang kayak Tukul donk.

Mangku Pastika membayangkan tajen atraksi itu berlangsung dalam arena khusus di mana yang diperbolehkan masuk adalah mereka yang sudah cukup umur dan membayar tanda masuk. ”Turisnya mungkin bayar 10 dolar, yang pribumi 5 dolar,” katanya.

Mau ngajakin turis nonton tajen ni ceritanya? Kayakne dia harus sering browsing deh biar tau kalo cock fighting to dikategorikan animal cruelty di luar sana. Turis to jarang yang suka dengan animal cruelty. Turis to sayang dengan binatang, makanya di Bali sampe ada rumah sakit khusus anjing yang berkeliling naik mobil (saya lupa namanya). Dia kan harusnya tau kalo kebanyakan tourist di Bali to dari Australia tapi sepertinya dia ga tau kalo di Australia juga ada aturan tentang animal cruelty (kalo saya tidak salah). Mungkin pak Mangku lupa bertanya tentang aturan animal cruelty disana pas dulu kerjasama mengungkap kasus Bom Bali dengan polisi Australia. Lagian orang pribumi mana mau disuruh bayar 5 dolar buat nonton sabung ayam? Wong disuruh bayar 15rebu buat nonton sabung manusia (-red sepakbola) aja masih pada loncat tembok kok hehehehehehe …

Ato mungkin pak Mangku berpikiran berbeda ya dengan saya. Mungkin pikirannya adalah karena di luar sana tajen dilarang, kalo di Bali ada tajen maka itu akan menjadi atraksi yang menarik karena mereka belum pernah melihat tajen. Wah kalo benar seperti ini, berarti saya selangkah dibelakang pikiran dia deh. Ah, pikiran manusia memang sulit dipahami …

66 thoughts on “In the Name of Popularity v3

  1. maksud lo melegalisasi penyu hasil penangkaran itu pegimana, pak? bukan brarti klo yang ditangkarkan itu boleh disate, ditangkarkan itu untuk dilestarikan. ambigu neh!! huh!!

  2. @mbok dewi: kalo hasil penangkarannya buanyak buanget bolehlah kita sate satu ato dua mbok. penyu juga dibutuhkan buat upacara lo mbok hehehehehe … ah semoga saya ga jadi kayak mangku pastika deh …

  3. yaah,, hukum politik dan hukum aparatur kadang kala berbeda, untuk Pak mangku saya tetap salut atas keberhasilannya menangkap pelaku terroris bom bali I dan II, kebetulan saya bekerja pada sektor pariwisata,

    jujur saja saya berhutang budi kepada nya,

    untuk urusan pilgub, saya sendiri tidak perlu diberikan program-program yang gratis, yg penting stabilitas keamanan dapat terjaga, sehingga perekonomian dapat berjalan dengan baik, dimana saya tetap dapat pekerjaan, dan dari hasil jerih payah saya, akan saya gunakan untuk biaya pendidikan dan kesehatan serta yang lainnya, sebaiknya program gratis diberikan kepada fakir miskin saja.

    thanks.

  4. @mbok widi: wah terima kasih mbok widi udah mau milih saya hehehehehehe … tapi tiang belum jadi calon mbok. pak winyo for gubernur wakakakakaka …

    @pan bani: o iya ya semua ngomongin pastika ya. ah, benar sekali bli, saya bacanya di balebengong dulu tentang yayasan itu. beneran punya bule kan bli?

    @bli yanuar: kalo dulu, mangku pastika, mangku pasti teka kalo ada tajen. ga tau kalo sekarang bli hehehehehe …

    @bli devari: ahhh, benar bli. kok kursi gubernur itu begitu menarik ya? kok saya ngerasa orang yang ingin jadi pejabat to ambisinya tidak tulus untuk memajukan tapi malah pengen ngalih pis saja ya?

    @bli nuarta: semua orang berhutang sama mangku pastika bli. tapi jangan sampe keblinger oleh ambisi untuk naik jadi pejabat teras donk. oya, stabilitas di Bali terjaga kan karena preman – preman penjaga keamanan yang dipelihara oleh para pejabat bli. ah, memang aneh. keamanan kok dijaga ama preman … sing ngerti dah saya …

  5. Pingback: Postingan Ga Penting v2 « -My Thoughts-

  6. @Dik Winyo, Saya Kira tidak ada yang keblinger seperti yang anda utarakan. Pak Mangku sendiri juga bukan orang yang keblinger oleh ambisi menjadi pejabat teras, andapun kalau pingin menjadi pejabat teras bukan orang yang kebliger karena itu adalah hak setiap warga negara yang di atur dalam undang-undang.

    Dan saya tidak setuju bahwa keamanan di bali di atur oleh preman seperti yang anda utarakan, sudah jelas dalam negara ini keamanan di atur oleh TNI/Polri. kecuali ada yang salah mengapresiasikan.

    Tentang kecemasan anda tentang preman, itu adalah hal yang wajar, di negara majupun ada Preman, dimana preman itu mencari penghasilan hidupnya di luar dari lembaga resmi sesuai dengan arti “Free Man”.

    Bagi calon pemimpin ke Depan, saya setuju untuk memperhatikan masalah Penyakit masyarakat yang didalamnya ada bebotoh, mengingat bebotoh ini jumlahnya besar, Baik bebotoh tajen, Ceki, Spirit, sanghong, biliard, dan lain sebagainya, didalam satu banjar saja jumlahnya sampai 70 % dari jumlah masyarakat, contohnya di banjar saya, Pada saat “magebagan” dalam acara pitra, manusa, dan Dewa nyadnya, 70% masyarakat berjudi. termasuk juga “Pemangku”

    bahkan ada juga yang menggali dana untuk dewa yadnya melalui Judi.

    kalau di kota saya tidak tau, tapi di desa-desa itulah kenyataanya, sepertinya ini merupakan sebuah tradisi di sistem ada/pakraman yang ada di Bali. Nah bagaimanakah solusinya ?? apakah harus dipenjarakan semua ???, muatkan jumlah LP di Bali bilamana bebotoh di Penjarakan kalau sampai 70% masyarakat bali suka Judi ???, cukupkan jumlah petugas keamanan, kejaksaan, dan pengadilan untuk menangani kasusnya ???,

    Menurut saya apa yang dilakukan Pak Mangku sebagai calon Bali 1 adalah hal yang tepat, hukum yang digunakan sebagai penanganan penyakit masyarakat, pendekatan-pendekatan itu perlu juga perlu…………karena pemimpin perlu mengayomi seluruh masyarakatnya dan mengarahkan supaya terhindar dari hal-hal yang menyesatkan dan mengsengsarakan.

    thanks

  7. @bli nuarta: pertama dan yang paling utama saya tidak berminat untuk menjadi pejabat dan tidak mungkin bisa menjadi pejabat. tidak perlu saya jelaskan alasannya disini.

    yang kedua, tidak semua warga negara Indonesia bisa menjadi pejabat, walaupun dijamin dengan undang – undang yang sayapun tidak tau undang – undang apa itu.

    yang ketiga, saya katakan mangku pastika keblinger bukan karena keinginan dia untuk menjadi pejabat teras, tapi karena inkonsistensi dia. seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, dia itu sebelumnya mengejar – ngejar bebotoh sampe ada yang meninggal di daerah renon sana, tapi sekarang dia malah merangkul dan mengatakan tajen harus dilestarikan. ini dasarnya saya mengatakan dia sudah termakan ambisinya. ambisi yang membuat orang rela menjilat ludahnya sendiri.

    yang keempat, masalah premanisme, saya juga kurang tau tentang ini, tapi setau saya saja ya, yang anda katakan “free man” itu mencari kerja di lembaga resmi. tidak perlu saya jelaskan lagi kan bagaimana teman saya dipukulin di PU Gianyar oleh “orang – orang berbadan kekar” karena perusahaan dia memenangkan tender yang sudah diatur sebelumnya? saya masih punya fakta lain yang tidak perlu saya umbar disini.

    yang kelima, kenapa seh harus ngurus bebotoh? kenapa ga ngurus hal – hal lain yang lebih penting? pendidikan misalnya? dengan memajukan pendidikan harapannya adalah semakin terbukanya peluang kerja dan dapat meninggalkan dunia judi sebagai lahan pekerjaan. saya kadang merasa kalo yang lebih peduli dengan Bali itu bukan para pejabat teras di Bali tapi para LSM – LSM yang berada diluar lingkup pemerintahan. salah satu contohnya adalah YKIP (http://www.ykip.org)

    suksma bli🙂

    –mimih lantang sajan comment ne nok–
    –wakakakakaka bisa dijadikan blog ne–

  8. Pingback: Postingan Ga Jelas « -My Thoughts-

  9. @Dik winyo, sayang anda berkecil hati untuk menjadi pajabat teras, bahkan sebagai WNI tidak tau undang-undang/peraturan yang mengaturnya ??, bagaimana anda akan tau kalau belum mengalaminya, melihat dari luar saja sih gampang, tapi itu adalah hak anda, saya juga menghargai.

    @kalau saya melihat tidak ada inkonsisten dalam diri Mangku Pastika, karena masih berada didalam rel, dan peraturan yang mendukung. karena peraturan saat menjadi kapolda, dan menjadi gubernu berbeda pula. Sama Halnya Koalisi bali dwipa telah membelot/mengingkari janjina Ke kualisi kebangkitan bali. semasih didalam aturan main itu sah-sah saja.

    @kalau calon Gubernur mencari dukungan ke bebotoh saya kira sah-sah saja, jangankan bebotoh, PSK pun Boleh, asalkan orang-orang tersebut terdaftar sebagai pemilih.

    @saya kira setiap calon gubernur, akan membicarakan masalah , ekonomi, politik, sosial, pendidikan, hankam, budaya, pariwisata, lihat nanti dalam program kampanyenya. karena calon gubernur harus memikirkan semua aspek kehidupan.

    @kalau tentang preman sayangnya anda kurang mengetahui, tapi jangan sampai anda salah bahwa setiap orang berbadan kekar anda anggap preman. Polisipun ada preman.

    @kalau ada sampai pemukulan didalam tender, sebaiknya anda laporkan kepada pihak berwenang, karena dia punya aturan untuk menyelesaikan, kalaupun anda umbar disini akan mubazir, tidak ada kewenangan mencarikan solusi disini.

    @kalau anda merasa LSM lebih peduli tentang bali, daripada pejabat teras, lebih baik anda dalami kedua sisi baik lsm dan pejabat terasnya, Karena LSM tidak bisa mengambil keputusan (hanya kontrol saja) dan pejabat teras bisa mengambil keputusan, sebaiknya anda masuk kedalamnya, dan apabila tokoh lsm bagi anda yang lebih peduli sebaiknya anda carikan kendaraan untuk maju itu bertarung menjadi pemimpin bali.

    thanks

  10. win..itu komen atau…????!!!!
    siapapun jadi gubernur…,yang penting dia tidak mengesampingkan persoalan HIV/AIDS dan perempuan…!!!

  11. vote Pastika,

    CBS ?? belum saatnya, gianyar sudah pernah jadi gubernur, hasilnya ??? sunset road dibangun ke timur doang ??? mau bisnis dengan Timtim ???

    Winasa ??? (bupati sedekah) belum siap dipimpin yg ga memahami agama hindu. waktu bom kuta, saat pecaruan, jembrana menolak pasang penjor…

    puspayoga, its OK, sudah saatnya buleleng (eks ibu kota bali) dan Kodya saat ini memimpin.
    kembalikan baliku pada ku

  12. saya personally sebagai wni tidak merasa berhutang atau sejenisnya jika ada pejabat pemerintah yang katakanlah berhasil dalam melakukan sesuatu misalnya mengungkap suatu kasus dan sejenisnya. karena memang itu tugasnya. mereka digaji dari uang rakyat untuk memang to do it. JIkapun berhasil, cukuplah terima kasih saja, itupun karena adat ketimuran jadi tidak sampai merasa berhutang.

    kalau merasa berhutang, kan jadinya nanti kita tidak bisa netral dalam menilai pejabat2 pemerintah.

    lain masalahnya kalau saya merasa berhutang sama bank mandiri karena memang saya dikasi kredit untuk bikin bengkel saya🙂

    ttg pastika dan pilgub,
    saya rasa kita2 sama2 tau bahwa kalo sudah namanya politik yg tentu ada trik2nya, tidak perduli apa itu, apakah tidak konsisten, apakah plin plan, tidak menjadi masalah bagi para pelaku politik karena itu menjadi bagian dari strategi kampanye. namanya juga kampanye, tau kan orang kampanye?

    ane penting, saya, anda, kita kita ini sudah pada ‘cerdas’ semua dalam menyikapi semua drama yg terjadi dalam politik itu. topik2 drama tentu menyesuaikan dengan dengan sikon dan akan mencari suatu maskot untuk bisa mendongkrak popularitas.

    sama dengan adsense, kita harus cari keyword biar mudah dirambah sama search engine.

    dalam hal ini, keyword nya pastika adalah ‘tajen’ maka dia akan membuat ‘postingan’ dengan memakai kata kunci tajen itu, entah isinya bagaimana kan tergantung pada pembaca yg menikmati.

    asal jangan saja kita2 ini menjadi seperti search engine yg begitu saja meng-crawl isi postingan tanpa memperhatikan talian makna yg ada dalam postingan itu sendiri.

    jadi monto malu nah, saya mau ngeblog lagi

  13. @bli nuarta: hahahahaha terima kasih bli udah ngasi comment panjang di blog tiange niki. tiang tersanjung ne bli. sering – sering berkunjung nah bli.

    1. waduh maaph bli, tiang bukanlah warga negara yang baik nika jadi tiang memang kurang tau tentang aturan – aturan yang ada bli. yang tiang tahu cuman UUD 45 dan aturan yang sudah lumrah di masyarakat. kok bisa keto ya bli? salah tiang yang kurang mencari tau ato salah pemerintah yang kurang melakukan sosialisasi?

    2. kalo buat bli mungkin sah – sah saja kalo Mangku Pastika seperti itu, tapi buat saya, pada saat orang yang dulunya bilang “A itu tidak benar” terus berubah menjadi “A itu benar” adalah sebuah inkonsistensi. maaf bli saya memang strict untuk masalah ini. karena menurut saya, belum jadi gubernur aja dia udah menunjukkan ketidak – konsistenan, bagaimana nantinya kalo misalnya dia jadi gubernur? jangan – jangan dia akan tidak konsisten juga dengan janji – janjinya, which we usually see🙂

    3. wah ichuu bechhuuulll bli. sah – sah saja memang cuman ya tetap aja kesan yang ditimbulkan di mata saya, ini adalah tindakan mencari popularitas sesaat mengingat dulunya dia mengejar – ngejar bebotoh.

    4. hehehehehehe semuanya pasti akan diomongkan memang bli, pada saat kampanye. setelah kepilih, sayapun tidak tahu kemana larinya omongan – omongan itu. biasanya seh menguap entah kemana hehehehe …

    5. hehehehehehe kalo orang berbadan kekar itu bisa saja polisi, bisa jadi juga yang ngegebukin teman saya itu adalah polisi. waduh tambah gawat donk dunia ini kalo gitu. semoga tidak seh hehehehehe …

    6. waktu itu dia langsung ngelapor ke polres gianyar kok bli. kalo ga salah masuk koran juga seh, ini saya ga yakin bener ato salah, maklum sudah setahunan lebih, otak saya agak nduk (lemah) bli hehehehehe … tapi sampe sekarang belum ada yang di-juk (tangkap), padahal kalo niat kasusnya kayaknya bisa cepat tu tuntasnya soalnya kan kemungkinan pelakunya juga anggota yang ikutan tender itu. ga tau juga seh ya, itu mah polisi ahlinya … saya bisanya ngubuh (melihara) sapi, babi dan ayam saja hehehehehe …

    7. nah ini dia masalahnya yang saya kurang ngerti juga. kok saya jarang liat ya anggota LSM yang juga ada di pemerintahan? ato ada ya, saya kurang tau ni🙂

    8. pokoknya semoga pemimpin Bali berikutnya bisa membawa kemajuan aja bli. saya ga suka ngeliat Bali yang menuju kehancuran, seperti yang diungkapkan oleh bli ancak di salah satu postingnya ini. saya sudah bosan melihat pemerintah yang penuh dengan bullshit. tapi saya yakin pula pemilih di-jumah sudah pintar – pintar sekarang🙂

    @bli devari: wah setelah dipikir – pikir benar juga ya bli, itu memang sudah tugas mereka. dan kejadian bom itu juga saat Mangku Pastika menjabat ya? wah baru sadar tiang hehehehe … tapi tidak bisa dipungkiri seh bli, yang paling mendongkrak popularitas Mangku Pastika adalah kejadian bom bali itu. sebelumnya dia lebih terkenal karena masalah ngejar – ngejar tajen (kalo tiang tidak salah seh ne).

    untuk masalah inkonsistensi, saya tetap pada pendapat saya bahwa tidak etis lah kalo berubah 180 derajat, dari nganginang (ke timur) jadi ngauhang (ke barat). saya ga tahan karena dengan fakta inkonsistensi dia bisa saja tidak konsisten dengan janjinya pada saat kampanye (kalau misalnya dia kepilih) xixixixixixixix🙂

    tapi pemilih jumah sudah pada pintar kok bli jadi semoga yang kepilih berikutnya adalah benar – benar pemimpin yang bisa membawa pembaharuan buat Bali, membawa kemajuan buat Bali🙂

  14. @bli dani: hehehehe … tiang senang kok bli. kan berarti ada yang memperhatikan blog tiange🙂 bli – nya sudah rela meluangkan waktu untuk menulis di comment section sebanyak itu🙂

    @mbok wid: hehehehe … bebas saja kok mbok🙂 sapa yang diantara calon yang peduli dengan itu mbok? udah ada calon?

    @mbok intan: wikikikikikikiki … wah mbok mau kampanye ya disini🙂 bole kok mbok silakan saja … pilih W aja mbok, W for winyo hahahahahaha …

    @devari: tenang bli … tidak dimasukkan spam kok🙂

  15. sama dengan adsense, kita harus cari keyword biar mudah dirambah sama search engine

    hihi, keren bli analoginya.

    sedikit mengutip dari blog ini,

    politik itu seperti marketing. Orang menjual citra dan program

    mungkin memang seperti itulah yang sedang terjadi, Pak Mangku sedang mencoba untuk memperbaiki citra, dari yang dulunya sangat keras & lantang menyuarakan anti perjudian, menjadi seorang yang “mencoba untuk lebih bijaksana” dalam menyikapi permasalahan tersebut.
    Kemudian mengenai ketidak konsistenan sikap, mmm, ya memang itulah yang sedang terjadi & hal tersebut sah-sah saja didalam dunia marketing.
    Namun, dengan menerapkan strategi seperti itu, berarti nantinya Pak Mangku akan dapat disetarakan dengan berbagai produk yang dijual di kaki lima yang juga menerapkan berbagai strategi marketing guna mendongkrak penjualan produk mereka. mmm, relakah???
    Tapi bagaimanapun kita sebagai masyarakat memang harus “cerdas” didalam menyikapi berbagai strategi “marketing” yang juga diterapkan oleh para pelaku politik kita.

  16. @mbok bli tunik: silakan comment bli. rarisang berdiskusi rame – rame pang makin seru. comment ane panjang benjepan saja tiang comment nggih hehehehehe🙂

  17. @bli tunik (comment balasan buat comment yang panjang): yah memang begitulah peta politik kita bli. demi citra semua bisa dilakukan. sayang politik kita belum sampe tahap mampu menerima kritikan pedas dengan kepala dingin. kalo disini, Obama menyerang McCain dan Clinton dengan menggunakan fakta bahwa si McCain dan Clinton ini mendukung perang melawan teroris sementara Obama mendukung penarikan pasukan dan menghentikan perang. saling serang kayak gini udah biasa tapi bukan main fisik mereka pake speech hehehehehe … semoga kita bisa sampe pada tahap seperti ini ke depan ne …

    @bli tunik (comment ane pendek): hehehehehehehe … salam kenal bli🙂

  18. Dik winyo,

    seneng dengar pemikiran anda sudah mulai terbuka, jadi dapat saya petik yang menjadi duri dalam pemikiran anda adalah inkonsisten, kalau di dalam proses hukum inkonsisten akan menjadi bumerang. tetapi didalam dunia politik itu sah-sah saya.

    saya akan berikan sedikit contoh inskonsisten dalam dunia politik, dulu koalisi bali dwipa yang mengusung CBS dan Pak suwetha, telah membelot ke Koalisi Kebangkitan Bali, mendukung Pak Winasa, dan pak winasa pada tahun 2000 naik pertama jadi bupati, diusung Pan dan PBR, telah membelot ke PDI-P pada saat pencalonan jadi gubernur, di PDI-P P.winasa menyerahkan sepenuhnya kepada rapat di DPP PDIP dan akan menerima keputusan serta siap mengamankan keputusan DPP PDIP, setelah keputusan rapat jatuh pada Mangku Pastika, Pak winasa membelot membentuk KKB.

    begitu pula pada saat reformasi, kecaman tokoh reformasi kepada seoharto sangat tinggi, tetapi setelah 8 tahun berjalan sudah berbeda, teman-teman saya pada saat demontrasi 1998 ingin membubarkan partai golkar karena dianggap selama 30 tahun gagal, tetapi pada akhirnya ada yang menjadi pengurus partai golkar, hal ini sering terjadi.

    nah, itulah yang terjadi di dunia Politik, karena peraturan politik memungkinkan untuk itu, tetapi kalau sudah duduk di sistem pemerintahan, tentunya ada aturan-aturan yang lebih jelas.

    kalau calon gubernur mencari simpati kepada calon pemilihnya dimana dimasyarakat terdiri dari strata kehidupan yang ada, tentunya mereka tidak akan menolak, yang menyatakan aspirasi yang mencuat saat ini baru bebotoh. kemungkinan saja nanti ada aspirasi dari PSK, preman, pedagang kaki lima, petani, pelajar,dan sebagainya, karena setiap orang pada prinsipnya ingin di perhatikan.

    biarkan aspirasi itu bergulir dan jangan sampai ada yang tersumbat, kalau tersumbat tambah bahaya. dan kita tetap menghargai. nah, dengan semakin banyaknya wacana di angkat, minimal kita tau apa permasalahan yang sudah meradang di Bali. karena baru saat ini gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat, wajar aspirasi masyarakat akan tumbuh dan jadi ramai. inilah indahnya demokrasi.

    permasalahan yang ada tidak akan dapat diselesaikan oleh pemimpinnya saja., kalau saya harapan kepada gubernur bali untuk melakukan perbaikan dan kemajuan bali hanya 30% saja, 70% itu saya taruh harapan pada diri sendiri dan lingkungan.

    thanks.

  19. @bli nuarta: tunggu sebentar ya bli. ntar saya bahas dah comment ne bli hehehehe🙂

    @bli ady: nyante aja kok bli. debat itu memang harus “sedikit” panas. kalo ga kan ga seru jadinya hehehehehe🙂

  20. kalo yg maju nanti cuman paket dari partai2 besar itu, bakalan golput dah… yang satu kok mikirin tajen saja, yang satu kok bakalan kayak gupernur skrg yg adem ayem…

    entah bali mau jadi apa nanti…

  21. @bli yoskebe: xixixixixi semoga bali tidak menuju kehancuran bli. tapi kapan ya para pemimpin mau nyadar ama keadaan Bali sekarang ini🙂

    @bli tunik: semoga gen bli🙂

  22. Pingback: imsuryawan.net: Web Log of I Made Suryawan » Bahan Kampanye Untuk Para Calon Gubernur Bali

  23. Wah kalau menurut gue sih oks juga ide buat rumah sabung ayam, tapi bener2 dikoordinator, jadi pemasukkan bener2 bisa masuk ke kas daerah, jadi bisa dipakai untuk pembangunan, daripada seperti saat ini, dibilang tajen ngak ada ternyata banyak juga yang ngadain an uangnya masuk ke oknum2 yang ada, jadi yang kaya ya oknum2 yang purak ngak tau ada tajen. Logikanya dalam sehari uang cuk dari tajen berapa? x jumlah hari dalam sebulan. kalau dimasukkan ke kas mungkin bisa dipakai angaran tambahan. Contohnya tailand, pendapatanya lumayan besar dari sabung ayam, and banyak juga turis2 yang nonton. Kalau ngomong prikebinatangan kayaknya binggung juga, ternyata ngak ada undang-undang prikemanusiaan, buktinya apa beda tinju, smackdown, fullbody contact compatition dengan sabung ayam?

    Yang penting menurut saya keuangan dari hasil pendapatan tersebut bener2 masuk kekas daerah dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

    Kalau pak W kayaknya sukses banget mengusung serba gratis, banyak orang yang mengagung2kan keberhasilannya, wadaw kalau orang melihat dari belakang, bisa dikatakan kenyataannya agak beda (pengalaman dari sodara yang mendapatkan fasilitas gratis jadi lebih puyeng ternyata biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada ngak gratis).

    Menurut gue sih, mendingan lapangan pekerjaan yang ditingkatkan jadi ngak perlu ada acara gratis2an, karena semua orang bisa sekolah kalau orang tuanya punya pekerjaan. Kalau serba gratis, semua orang ngak perlu kerja, karena sudah dibiayai oleh negara ….

    yah cuma pandangan gue aja ….

  24. Saya tidak mempersalahkan Pak Mangku Pastika, atau calon bali 1 lainnya mencari dukungan ke bebotoh, atau yang lainnya, semasih berada didalam peraturan pemilu.

    Bahkan kalau ada gubernur yang ingin mengijinkan pembangunan kasino di Bali, saya orang PERTAMA BILANG SETUJU. alasannya ??? :

    1. Negara Indonesia Pinjam Duit dari Amerika, melalui IMF dan Bank Dunia, dimana sumber duit itu merupakan hasil Pajak Hiburan dan rekreasi yang ada di Amerika berupa pajak kasino di las vegas dan lotree yang ada di Inggris, Jadi siapa yang pernah pinjam uang di Bank yang ada di Indonesia notabene merupakan perputaran uang JUDI juga.

    2. Sudah terbukti Negara Thailand, Singapore cepat berkembang dan mampu menangani krisis moneter 1998 karena sex tourism dan togel.

    montogen malu, nuu liu biin alasane
    matur suksema

  25. Beh win…banyak dapet komen dari Team Sukses Mangku Pastika……..ngomong2 win demen STP neh (sate penyu), ..patuh (sama), …..Saya harap Mangku Pastika juga mendukung para penggemar STP, lumayan kan suaranya dari penduduk pesisir selatan (Denpasar, dan Badung Selatan), he..he..he… Mari kita pelihara penyu untuk melanjutkan hobi makan STP win….tulis blog masalah sate penyu saja, pasti lebih banyak commen, hehe…..

  26. @bli nuarta: wah bli saya selalu berpikiran terbuka kok. kayaknya saya ga pernah merasa berpikiran tertutup bli hehehe … tapi bagi saya tetap inkonsisten itu ya inkonsisten bli. ga ada menclang – menclongnya, apalagi masalahnya udah menyangkut nyawa orang. saya ga bisa dah berubah halauan semudah to. cuman pendapat pribadi saya ne bli.

    untuk masalah inkonsistensi PDIP itu, saya kurang mengerti bli, jadi saya ga komen dah. kalo untuk masalah reformasi, itu menurut saya adalah bentuk ketidak konsistenan kita juga dengan gerakan reformasi. kalo saja kita waktu itu konsisten dengan gerakan dan melakukan pencekalan terhadap golkar, membubarkan ormas – ormasnya, menghukum oknum – oknumnya dan melarang mereka melakukan pemilu mungkin sekarang kita sudah punya pemerintahan yang benar – benar bersih.

    ini memang kedengaran seperti tindakan yang sangat ekstrem. tapi kita sudah pernah melakukannya, kenapa kita tidak bisa melakukannya sekali lagi. bersihkan semua komponen pemerintahan dari golkar dan yang berafiliasi dengan golkar. terbukti kan bagaimana efek dari ketidak konsistenan kita? kok bisa – bisanya setelah reformasi, partai yang menang adalah PDIP dan Golkar? kalo konsisten dengan reformasi ya ga milih golkar donk. namanya juga reformasi, re-form, membentuk kembali. kalo golkar masih ada mah itu bukan re-form namanya🙂

    kalo masalah aspirasi yang baru dari bebotoh, saya juga heran, kok aspirasi yang pertama muncul dan dibahas itu adalah aspirasi bebotoh. kenapa ga dimulai dari yang lain saja. kalo emang dia mau cari dukungan bebotoh dengan mendengarkan para bebotoh, kan ga perlu sampe cuap – cuap di koran dulu lah. pendidikan kek omongin dulu, perluasan lapangan kerja kek. ini kok malah judi diumbar – umbar.

    wah kalo 70% – 30% itu saya ga yakin bli. masyarakat kita, menurut saya pribadi, masih masyarakat pahat yang kalo ga diketok, ga bakalan jalan. jadi kita masih butuh pemimpin yang proaktif. pemimpin yang punya inisiatif dan kreatif. dan menurut saya pribadi, mengambil topik tajen sebagai bahasan bukanlah ciri orang yang punya inisiatif dan kreatif.

    -piss-

  27. @bli gooday: kemaren begitu mangku pastika melepas pernyataan seperti itu, di daerah jalan menuju ke keramas dari bypass IB Mantra ada tajen besar – besaran. ini cerita dari ibu saya yang berangkat maturan ke keramas. ini bukti dari para bebotoh yang ke-GR-an dengan pernyataan mangku pastika itu.

    kalo masalah thailand itu saya kurang tau. mungkin bli anton ato bu lode yang lebih tau daripada saya bisa memberi penjelasan.

    kalo masalah bedanya, tinju itu olahraga pukul – pukulan tapi dia pake sarung tangan dan mereka memang terlatih untuk itu. kalo untuk smack down itu sendiri cuman tipuan saja (kalo saya tidak salah!) dan ada tekniknya untuk itu. sementara kalo tajen itu pake taji. kalo ingin menyamakan ya para petinju ama para tukang smack down itu dipasangin taji aja. bli mau nonton ga kalo kayak gitu?

    kalo masalah winasa itu saya ga ngerti jadi no comment dari saya🙂

    untuk masalah lapangan kerja saya setuju bli. selain lapangan kerja, pendidikan juga amat sangat harus diperhatikan sekali. ini yang paling penting. menurut bli wayan sukedana yang saya telpun waktu ini juga pendidikan yang paling penting dan harus diutamakan.

  28. @pan pugeg: wakakakaka saya tidak menyalah mangku pastika ngalih dukungan ke bebotoh kok bli. saya cuman menyalahkan dia yang sudah bertindak tidak konsisten saja kok🙂

    kalo masalah kasino di amerika, yang saya dengar dari bli wayan sukedana, pemerintahnya juga takut kok membuka kasino. makanya tidak semua kota ada kasinonya kok bli. main concern kalo membuka kasino adalah tingkat kejahatan yang semakin meningkat. lagipula yang pergi ke kasino itu memang orang – orang yang sudah siap bli. mereka penghasilannya udah ratusan juta rupiah pertahun kok bli. dan mereka judi itu pake teknik dan belajar juga. ga asal – asalan berjudinya.

    kalo kita dijumah, berapa penghasilannya bli? sudah siapkah masyarakat kita kalo dibuatkan kasino?

    kalo untuk masalah thailand, sekali lagi saya katakan saya kurang tau, jadi ya saya ga banyak komen. tapi kita juga harus ingat orientasi pariwisata kita apa? pariwisata sex? pariwisata budaya? pariwisata judi?

    lagian kenapa seh kita tu ga bisa sekali – sekali berpikir kreatif dan bikin inisiatif seh? baru liat negara tetangga maju dengan judi lantas kita ikut – ikutan buka tempat judi. liat negara tetangga maju dengan wisata sex kita ikut – ikutan bikin tempat prostitusi. mbok ya kreatif dikit lah.

  29. @bli dede: hehehehe … anak suba komen lantang – lantang dini harus dihormati bli. soalne be meluangkan waktu nulis lantang. kenken kabarne nak jumah ne?

  30. Dik Winyo,

    Kalau saya cermati pemikiran anda, tentang inkonsisten itu, tidak ditempatkan pada ranah dan peraturan politik atau undang-undang yang ada, dimana dari inkonsisten yang anda maksud, apakah ada undang-undang, kepres, perpu, keputusan atau aturan yang lain di negara NKRI ini di langgar ??? baik dari segala kapasitas jabatan maupun pribadi ???.

    kalau tentang reformasi, itu memang proses perubahan, yang kemarin itu merupakan reformasi bidang politik, dg menitik beratkan pada KKN, sehingga hasilnya didapat seperti sekarang proses pemilihan langsung kepada legislatif dan eksekutif dan kebebasan pers.

    kalau untuk melakukan pencekalan, membubarkan, dan menghukum, tidak cukup dengan reformasi, karena reformasi hukum masih berlaku, untuk melakukan pencekalan, membubarkan dan menghukum, perlu keputusan pidana dan perdata di pengadilan.

    banyak yang bilang reformasi itu adalah kebablasan, dan anda sendiri mengatakan ketidakkonsistenan, tetapi kalau saya mengatakan “reformasi itu merupakan Tonggak Perjuangan untuk mewujudkan masyarakat indonesia sebagaimana tertuang dalam UUD 45 yang berasaskan Pancasila, setelah negara ini terpuruk dalam genggaman kapitalisme yg sarat KKN didalam pemerintahan soeharto dalam kurun waktu 32 tahun”

    Kembali ke topik blok yang anda buat disini, mohon dijelaskan inkonsisten yang anda maksud, supaya sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku…

    thanks

  31. @bli nuarta: ranah politik yang mana yang bli maksud sebenarnya? saya tau tidak ada yang melarang politikus untuk berbuat tidak konsisten. tapi kita sebagai orang yang melek, tidak buta dan mengerti harusnya bisa sadar kalo orang yang tidak konsisten itu tidak bisa dipercaya dan tidak perlu dibela. yang saya selalu tekankan itu kan ketidak konsistenan mangku pastika itu yang berubah 180 derajat bli.

    kalau memang mau main secara hukum, tolong bli katakan tentang hukum kepada korban pencekalan PKI tahun 65. sudahkah mereka dibuktikan secara hukum bersalah? tapi mereka tetap saja dibuang dan dicekal. so, ga perlu ngomong hukum di indonesia deh bli. buat saya, yang ada di indonesia itu cuman uang, uang dan uang hehehe …

    reformasi itu saya katakan kebablasan karena saat kita berhasil menggulingkan soeharto kita sudah merasa bangga. tapi apa yang sebenarnya terjadi? cengkeraman keluarga cendana itu masih terlalu besar di indo. kalo memang ingin maju, cengkeraman ini harus juga dilepaskan.

    semua sudah sama – sama tahu kalo 32 tahun pemerintahan kita itu isinya koruptor semua tapi kenapa sampe hari ini amat sangat sedikit sekali yang dihukum. kalopun dihukum, mereka dihukum amat sangat minim sekali. contoh kecil anak soeharto yang dapat korting hukuman hampir 1/3 dari total hukuman (plus fasilitas sel yang katanya kayak hotel). ini memang tidak ada hubungannya dengan kkn, tapi cuman menunjukkan lemahnya etos untuk menegakkan hukum hehehehehe … tapi ada faktor gara – gara si tomtom banyak duit juga seh🙂

    untuk masalah yang terakhir, sekali lagi saya tekankan yang saya bilang tidak konsisten di blog ini adalah mangku pastika dengan sikapnya yang berubah 180 derajat. itu aja kok bli hehehehe …

  32. dik winyo,

    kembali ke blog anda, bahwa tulisan anda tentang Mangku Pastika sikapnya berubah 180 derajat atau tidak konsisten, merupakan tulisan yang tidak mendasar sesuai ranah dan peraturan yang dilanggar.

    dan anda menyuruh saya tidak berbicara hukum di indonesia, itu pemikiran yang sangat keliru, sudah nyata negara ini negara hukum. persepsi anda tentang di indonesia itu cuman uang, uang dan uang ???

    dan saya selaku pembaca blog anda, apa yang anda jadikan dasar secara pasti untuk menyatakan bahwa mangku pastika berubah 180 derajat ??? atau peraturan mana yang dilanggar, supaya tulisan ini tidak menjadi sebatas opini yang tidak mendasar ???

    thanks

  33. @bli nuarta: hehehe … dasar saya untuk mengatakan dia berubah 180 derajat adalah fakta bahwa pada saat dia membubarkan tajen di yang batu, renon ada yang sampe mati. ini menunjukkan betapa dulu dia mati – matian ingin memberantas tajen dari muka bali. kemudian tiba – tiba, tidak ada hujan, angin, petir dia mengatakan tajen itu warisan budaya yang wajib dipertahankan. ini apakah tidak termasuk hal yang tidak konsisten?

    memang tidak ada yang melarang baik secara hukum maupun perundang – undangan untuk seseorang berbuat tidak konsisten. tapi fakta bahwa satu nyawa sudah melayang patut diperhitungkan donk. apakah nyawa orang itu tidak ada harganya buat dia sehingga dia dengan sebegitu mudahnya menjilat ludahnya sendiri?

    untuk masalah negara hukum, tolong bli realistis aja memandang bagaimana penegakan hukum di indo kayak gimana.

  34. Dik Winyo,

    kalau itu yang dijadikan alasan tidak mendasar, apa yg terjadi di Yang Batu itu jelas judi, sekarangpun masih banyak judi yg dibubarkan, walaupun Mangku Pastika tidak menjadi kapolda lagi. bagi yang meninggal saya turut berduka.

    Tentang relaistis, itu cara pandang dan prilaku yg salah, tidak perlu ditiru.

    thanks
    http://pastika.wordpress.com

  35. Inkonsisten? saya, I Belog kurang paham dengan kata-kata ini. Jadi bertanya juga apakah bli win dan bli nuarta ini sudah bicara dalam pemahaman yang sama tentang kata inkonsisten?

    Yang jelas, dulu memberangus dan sekarang merangkul adalah tindakan yang berbeda. 180 derajat? memang benar.

    Dulu anda disarankan belok kanan dan sekarang diajak belok kiri. Itu berubah 180 derajat. Karena ketika anda berubah arah dari kanan ke kiri, anda harus memutar badan anda 180 derajat bukan?

    Nah, apakah 180 derajat itu sama dengan inkonsisten? Tapi sepertinya beliau memang betul berubah.

    hehe,
    I Belog

  36. @bli nuarta: waduh saya jadi bingung dengan pernyataan bli sekarang ne hehehehe … btw, bli jadi tim sukses pastika ya? selamat bli. gudlak. semoga membawa perubahan buat bali … kalo kepilih ya …

    @bli beni: nggih bli ben. kalo menurut saya mangku pastika sudah jelas nganginang ngauhang (ngalor ngidul) pikirannya. konsisten buat saya tetap adalah berubah halauan seperti yang bli beni jelaskan. sekali ke timur ya tetap harus ke timur. ini namanya konsistensi. salam buat i belog bli ben. kalo kasi comment tolong bli ben pasang linknya bli ben. biar teman blogger lain bisa tau blognya bli ben yang mana hehehe …

  37. Pingback: Pencemaran Nama Baik « -My Thoughts-

  38. @pak win-ap: wah mau promosi lagi ni pak? kampanye ya? hidup pemimpin yang mau untuk mengubah bali menjadi lebih baik. hidup pemimpin yang berani berkata tidak kepada investor nakal yang mau membeli bali. kalo para calon tidak berani bersikap seperti ini, lebih baik kalian semua GO TO HELL saja.

  39. Pingback: beh gubernur blogger

  40. Hidup Mangku Pastika !!!! Kapan lagi Bali dipimpin oleh seorang “Made” dengan SDM kuaitas yang tinggi, akui dengan jujur.

    Soal tajen, agree! Gak usah ada melangkan “Animal Welfare”

    PENYU DITANGKARKAN? Siapa yang bisa dan mau?
    Menurut peraturan yang berlaku di negeri ini hasil penangkaran bisa dimanfaatkan, namun dari keturunan F2 alias cucu dari induknya. Penyu dewasa 25 – 30 tahun dan migratory species! Jadi untuk mendapatkan anaknya butuh waktu lebih dari 60 tahun! siapa yang punya kandang penyu ribuan kilometer persegi?

    Anggap kita berusaha penangkarkan penyu umur 25 tahu jadi 25+60 = 85 tahun baru memetik hasil! Jadi hitungan bisnis ini nggak untung blas! POCOL !!!

    Merdeka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s