Balada Nak Bali …

Putu: Tiang lakar masuk dadi Navy dini. Pidan ada tawaran masi uli Army ne tapi tiang tolak. Soalne nyanan dikirim ke Irak. (Saya mau masuk jadi Navy disini. Dulu ada seh tawaran dari Army, tapi saya tolak. Soalnya saya ga mau dikirim ke Irak)

Itulah sepenggal percakapan saya dengan Putu, orang Bali yang bekerja disini. Putu sekarang bekerja di Airport sebagai petugas ramp, petugas yang mengangkut bagasi dari dan ke pesawat, salah satu maskapai penerbangan. Percakapan kami berlangsung cukup menarik karena Putu ini lumayan berpikiran maju. Dia berkata dia tidak ingin terus – terusan menjadi petugas ramp di maskapai itu. Dia ingin punya keahlian dengan bersekolah kembali disini.

Putu: Masak sampe tua tiang kal megae kene gen terus. Paling sing ada lah keahlian tiang e bedik. (Masak sampe tua saya bakalan kerja gini terus. Paling tidak saya harus ada keahlianlah dikit)

Putu dulunya dikirim dalam rangka training (kalau saya tidak salah mengingatnya) kesini dan hanya punya waktu setahun saja, sesuai dengan batas waktu visa dia. Setelah visa-nya habis, maka dia wajib untuk kembali ke Bali. Tapi pada saat visa-nya habis, Putu memutuskan untuk tidak kembali dan menjadi tenaga kerja ilegal saja disini. Memang kebanyakan orang Bali yang saya temui disini adalah orang – orang yang melarikan diri setelah visa-nya habis. Putu sempat bercerita kalau disini banyak sekali orang Bali dulunya, mungkin bisa dibuatkan banjar karena saking banyaknya. Tapi semenjak aturan menjadi lebih ketat dan INS mulai mengejar – ngejar mereka yang ilegal, banyak orang – orang Bali yang akhirnya pulang ato dipulangkan.

Salah satu cara yang dilakukan oleh orang – orang Bali disini untuk bisa tetap bertahan dan menjadi legal kembali adalah dengan menikahi gadis – gadis lokal (well, sebenarnya udah ga gadis kali ya) yang punya citizenship. Jika mereka melakukan itu maka mereka bisa mengurus status mereka dan mendapatkan green card (maaf saya belum pernah liat tampangnya green card itu kayak apa). Putu juga melakukan hal yang sama dan akhirnya menikahi salah satu teman kerjanya dulu pada saat dia masih bekerja di salah satu restoran fast food. Putu dan istrinya ini belum mempunyai anak, dia takut dengan ada anak dia akan semakin berat tanggungannya.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mendaftar kuliah di salah satu universitas disini dan mendapatkan visa pelajar. Tapi visa pelajar tidak memungkinkan kita untuk bekerja diluar lingkungan kampus. Kalaupun kita memaksa untuk bekerja diluar kampus, maka pekerjaan itupun menjadi ilegal kembali. Makanya banyak yang memilih cara yang pertama. Orang Bali yang tinggal sedaerah dengan Putu ini ada tiga orang dan ketiganya menikahi gadis dengan citizenship.

Dengan gaji yang dia peroleh sekarang, dia merasa tidak mungkin akan bisa membayar semua tuition fee untuk kuliah kembali. Dia juga tidak mau mengambil student loan dari Bank karena masih harus membantu istrinya yang saat ini masih terjerat dengan student loannya dulu. Maka dari itu dia berencana untuk masuk menjadi anggota Navy saja. Dengan menjadi Navy maka dia akan mendapatkan kesempatan untuk disekolahkan ke universitas – universitas yang ada di negeri ini.

Putu: Tiang bagaimanapun carane harus bisa tiang masuk malih. Tiang masuk Navy karena gajine lumayan. Nanti tiang bisa dapat banyak tunjangan. (Saya bagaimanapun caranya harus bisa sekolah lagi. Saya masuk Navy karena gajinya lumayan. Nanti saya bisa dapat macam – macam tunjangan)

Dia kemudian melanjutkan menjelaskan semua tunjangan yang mungkin dia dapatkan nantinya. Dia juga menjelaskan tentang rencananya untuk ikut boot camp bulan Mei ini dan rencana untuk menitipkan istrinya ke rumah kakeknya yang tinggal sendirian selama dia mengikuti bootcamp. Dia juga bercerita tentang orang – orang Bali yang jadi Army dan sekarang dikirim ke Irak oleh George W Bush.

Ah jarang sekali saya melihat orang kayak dia. Hidup berat pun siap dijalani demi kemajuan diri. Walaupun dia mendapatkan gaji yang lumayan tapi dia lebih memilih untuk maju. Kebanyakan yang saya lihat kalau sudah mendapatkan banyak uang ya sudah uangnya dipake untuk foya – foya. Ya minum – minumlah, mabuk – mabukanlah. Di desa saya ada orang yang bekerja ke luar negeri (saya lupa jadi apa), pada saat pulang, instead of membantu sodara – sodaranya yang kesusahan, dia malah membangun rumah lantai 4 yang menjulang paling tinggi sedesa saya. Ah, orang – orang memang lebih memandang prestise daripada prestasi. Orang kalo udah kaya pengen langsung mamerin kekayaannya, well at least ini terjadi di desa saya. Entah di desa anda seperti apa.

Tapi tidak semuanya juga seperti itu. Ada juga contoh yang bagus, seperti bli Made Devari. Dia punya organisasi non profit Devari Care yang bertujuan untuk menyekolahkan anak – anak kurang mampu didaerahnya. Mungkin masih banyak juga orang Bali di luar sana yang berpikiran maju yang tidak saya ketahui. Ah seandainya semua orang bisa berpikiran maju kayak Bli Devari dan Putu. Andai saja semua orang – orang ini berkumpul bersama dan memimpi Bali, mungkin Bali udah maju kali ya?

11 thoughts on “Balada Nak Bali …

  1. @bli devari: tenang bli, gratis kok. cuman kepikiran gen setelah bli anton ngomong masalah kampanye gubernur di bali hehehehe … cape deh calon gubernur ne orang – orangnya plin – plan semua hehehehe … piss ah …

  2. salut buat putu yg kekeuh memperjuangkan kualitas diri, sayangnya udah semakin luntur semangat putu2 yang lain, yang hanya pasrah dalam gemerlap dunia dan merelakan masa depan dan potensi diri dalam sloki arak dan arena tajen

  3. Enggalin makane mulih Bli! Di sini juga banyak orang yang care sama Bali, yang pingin ngadain perubahan tanpa terikat sama yang namanya politik! Cuman mereka masih tercerai berai, belum ada yang memprovokasi!

    Btw, kok tau kalo mereka itu udah ga gadis lagi? wkwkwkw…

  4. @bli arya: benar bli. orang ngiranya kerja ke luar negeri to enak. padahal kerja berat. bukan begitu bli? *ngelirik bli devari*

    @mbok widi: benar mbok. sekarang udah berkurang orang ane mau maju. semuanya terlena, dimabukkan semua oleh sapta timira mbok hukz … susah memang mbok melawan semua hal yang buruk yah …

    @bli sur: semoga saja masih banyak yang peduli bli. demi masa depan bali dan anak cucu kita bli hukz …

  5. @Bli winyo,,,,kenapa masalah tajen terus jadi penarik fans,seharusnya dia melihat pendidikan yg begitu 0 di kita,dia harus mulai melihat anak2 yg telah putus sekolahan;SMP,SMA,dibikinin panti untuk menamatan sekolahnya,,,,sampai kejenjang yh minim D1,kan bisa nyari kerja,,,pemerintah udah mencanangkan program 9thnya=SMP,tapi untuk nyari kerja jadi kepala kampung harus minim tamatan SMA,siapa yg bisa kerja kalau begina yah,hahaaaaaaaaaaaahihii,,

  6. @Winyo,,maaf nah bedik sing ka baca blog bakat komenin maluan,,,ne buduranne,,,eh bagus toh kerja dini,,,,,eh dijumah anak liyu jleme sugihneeee,tapi sing nyak ngebantu,,,nyumbangan sik anak nggak mampune,,,,anak rage tamatan smp di camp Bakas panti darma1 ne,,,ne gelahan anak luarnegeri,,,adane gen rage taat beragama tapi dalam masalah sumbangan seret sajan,,,sing nyak melong orang yang nggak mampu sekolah,,atau ngangkat jadi ,,,angkat bagi2 anak yg nggak mampu bayar sekolah,,,,,

  7. bisa melanjutkan pendidikan memang salah satu cara government buat menarik minat penduduk untuk join the army ya…salut buat si putu, merantaunya sukses, american dream udah lebih 50% tercapai

  8. @bli noesa: nak jumah memang aneh bli. yang diurus to pang menek popularitasnya, bukan upaya untuk memajukan bali. padahal kalo memang tulus untuk memajukan bali keinginannya, maka yang dipilih kan harusnya program pendidikan, kesehatan, lingkungan. ini malah ngajak pertemuan masalah tajen. benar – benar tidak essential sekali.

    @mbak nita: benar mbak. teman – teman saya dikelas banyak yang dari army, navy. mereka setelah lulus ada yang dikirim ke korea, ke alaska, dll. kalo dirumah saya nda tau tentang army kita? btw, american dream itu apa saja mbak?

  9. Pingback: beh gubernur blogger

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s