Life is Beautiful

Ah, lagi – lagi berita bunuh diri, pikir saya ketika membuka halaman Balipost. Belakangan ini sepertinya di Bali banyak sekali terjadi kasus bunuh diri. Dari yang tua sampe yang masih belia, dari menjerat leher sampe menenggak racun. Entah apa yang ada di pikiran mereka, saya sama sekali ga ngerti. Kalo yang tua umumnya bunuh diri karena sakit yang sudah menahun ato himpitan ekonomi. Untuk yang tua – tua, saya tidak berani menyentuhnya, karena saya yang masih muda ini (-saya baru 13 sekarang loh, halah-) merasa tidak pantas memberi nasehat kepada yang tua.

Sementara disisi lain, yang muda, biasanya bunuh diri karena masalah percintaan. Ah, cinta, pantaskah kita mati demi cinta kita?

Kalo cintanya adalah cinta kepada pacar, rasanya nyawa kita masih jauh lebih berharga. There’s gotta to be more to life than just a boyfriend or girlfriend. Saya ingat kejadian waktu teman saya memutuskan pacarnya karena dia merasa mereka sudah tidak cocok lagi. Teman saya ini merasa dia terlalu dikekang, tidak punya kebebasan sama sekali. Di handphone dia tidak boleh ada no cewek selain pacarnya. Dia akhirnya pake nama samaran untuk nama teman – temannya yang cewek, seperti putu kambing, kadek mbek dll (-nama ini karangan saya aja biar agak lucu dikit-).

Kejadiannya pas pada saat Siwa Ratri 2 tahun yang lalu. Tengah malam buta, tidak ada hujan, tidak ada angin, tidak ada petir, tiba – tiba saja mantan pacarnya datang ke rumah teman saya ini dengan membawa pisau (-cutter-) gede. Teman saya tinggal sendiri di Monang Maning. Dia mengancam akan memotong nadinya (-beneran nadi kan ya?-) di depan teman saya ini jika teman saya tidak mau kembali lagi dengan dia. Teman saya berusaha menenangkan pacarnya tapi pacarnya ini sudah gelap mata.

Teman saya lalu bergumul berusaha merebut cutter itu dari tangan pacarnya. Pergumulan yang tidak seimbang terjadi dan cutter pun berhasil direbut. Tapi ternyata pacarnya ini malah lari ke dapur, ngambil pisau dapur (-jelas dia bukan mau masakin teman saya lah-) dan mulai ngancem lagi. Plakkk … plakkk … dua tamparan mendarat di pipi pacarnya ini dan pisau dapur pun dilepaskan. Mereka lalu ngomongin masalahnya baik – baik dan teman sayapun akhirnya setuju untuk balik kembali dengan pacarnya itu (-sebenarnya kejadiannya jauh lebih seru daripada ini, tapi berhubung saya tidak pandai menulis ya jadinya kayak gini deh, maaph ya … serius lagi yuk-).

Ah, kenapa mereka begitu egoisnya ingin mencabut nyawa mereka sendiri. Tidakkah mereka memikirkan orang -orang yang mencintai mereka. Bagaimanakah perasaan orang tua, sodara ato anak mereka? Tidakkah mereka memikirkan tentang masa depan, memikirkan siapa yang akan menjaga orang tua mereka kelak? Siapa yang akan membesarkan anak mereka kelak? Tidakkah mereka bersyukur Tuhan memberikan keajaiban terbesar which is their life?

Buat saya sendiri, we all are born for a reason. Even though you don’t know and don’t realize the reason, but people around you know and realize it. Saya jadi ingat kata – kata dari penyiar salah satu radio di Bandung.

Life is a song and love is the music

Cinta adalah musik dan hidup adalah lagunya. Tapi musik tidak hanya berasal dari satu alat saja kan. Jadi kalau salah satu alat musik tidak bisa mengiringi lagunya, maka alat musik lain yang akan menggantikannya. So, keep on singing, no matter what happen with the music. Live your life to the fullest in every breath that you take and be grateful for it.

 

22 thoughts on “Life is Beautiful

  1. but, suicide is part of our choice. people who choose to finish their life also a winning something. at least the they did something. *beneh sing basa inggrisku, win? hahaha..*

  2. @pan bani: hehehehehehe … beneh kok bli. cuman masalah dikit menempatkan article a sama salah ketik they. tapi saya nda setuju ama bli anton hehehehe … (tumben nda setuju nok). saya tidak mau melihat bunuh diri sebagai salah satu pilihan untuk menyelesaikan masalah bli.😦

  3. serious ne.
    dalam Sarasamucaya juga dilarang klo bunuh diri itu, lupa sloka keberapa🙂
    tapi itu kan sloka, prakteknya ada banyak excuse orang untuk melakukan bunuh diri. jadi klo mereka ga menhargai hidup mereka sendiri, why bothers?

    ni ada pepatah orang Bali, to the world you might be nobody but for (at least) somebody you are the world.

    bahasa inggrisnya, kamu mungkin bukan siapa2 di dunia ini (ga ada artinya) tapi bagi (paling tidak) seseorang kamu adalah segalanya.

    keto kone, saya ragu klo buaye bise ngerti basa manusa wakakak🙂

  4. @bli devari: ah, benar sekali bli. to the world you might be nobody but for (at least) somebody you are the world. makanya jangan bunuh diri🙂 btw, buaya tidak mungkin bunuh diri bli hahahahaha … walaupun pernah kepikiran pas masih smp dulu, (-halah-) akibat cinta monyet hahahaha …

    @mbok pink: sekarang kan sudah sadar dan sudah ada iprit mbok🙂 jadi nyante gen ya mbok. ayo semangat mbok🙂

  5. Kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan & karunia yg sangat langka.
    Dengan melakukan bunuh diri kita telah melakukan kesalahan yang sangat besar, terutama pada Tuhan.
    Oleh karena itu dalam sastra Veda dikatakan bahwa orang yang bunuh diri akan mendapatkan badan sebagai hantu, sampai jatah umurnya habis. Baru kemudian mendapatkan badan binatang untuk melanjutkan kembali siklus reinkarnasi.

    Jadi hantu itu jauh lebih g enak daripada menjadi binatang, karena tubuh hantu hanya tubuh halus yg terdiri atas buddhi (kecerdasan), manah (pikiran), dan ahamkara (ego). Jadi hantu tetap memiliki keinginan untuk makan, minum, dll dll tapi sayang karena hanya badan halus dia tidak bisa. Jadi modelnya cuma ngileeerr ngliatin orang lain.

    Bayangkan penderitaannya…………………

    Berpikirlah dua kali sebelum bunuh diri,
    dan bekali diri dengan pengetahuan rohani

  6. @bli hangga: xixixixixi … cinta itu penderitaannya tiada akhir by pat kay. dah lama banget nda nonton ni pelem hahahaha …

    @bli dania: setuju sekali dengan bli🙂 dosa besar kalo bunuh diri. usahakan untuk tidak bunuh diri lah ya🙂

  7. kalo sudah dibutakan cinta begini deh…win makanya jangan mempermainkan wanita2 di US yak, nanti bisa2 berita cnn berisi kayak gini : ” a Balinese Guy has made some women do suicide” hihihihihihihihihihihi

    *kabur*

  8. @bli rama: xixixixixi itu sudah menjadi cita – cita saya bli. kalo disini sih kayaknya bukan bunuh diri, tapi membunuh orang lain. kalo bikin sakit hati, kita yang bakalan di-dor bli hahahaha …

    @bli noesa: bli kok ga ada blog ne bli? ngae blog bli🙂 muani be kepepet bli. sing ada ane nyak. kok sing ada cewek bali ane nyak jak saya nah? nasib … nasib …

  9. shortcut bangetttttt … bunuh diri matek bebas maunya kek gitu kali yahhhh tu orang orang ….. padahal setelah dia selesai melakukan itu shortcut pertanggung jawabannya lebih berat di dunia akhirat *sok tehe mode on*

  10. @bli novan: benar bli. tapi mereka udah gelap mata bli. kasian yang ditinggalin seh.

    @mbok arie: benar mbok. pertanggung jawaban di dunia juga berat. kasian anak – anak ato orang tua yang ditinggalin.

  11. bunuh diri? sedang tren-nya begitu

    tapi ya.. len dadi bapa ngidih.. sing keto.. de nyan cening kanti melaksana keto. ulah pati wastane. gede dosane.

    *** xixixixixixixix

    @widari: dia 13 tahun tapi 20 tahun yang lalu

  12. @mbok ike: benar kok mbok. saya kan masih muda. 13 tahun geto loh mbok hahahaha …

    @bli acen: kenken kabarnya bli? udah lama nda keliatan ne. nampaknya orang sangat menyukai bunuh diri, memang kita suka dengan trend yang aneh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s